Pengakuan kegagalan Amerika Serikat dalam memimpin dunia merupakan agenda pembicaraan Condoleezza Rice, mantan menlu AS dan John McCain, mantan kandidat pilpres dari kubu Republik di Kongres Nasional Partai Republik. Rice yang di masa pemerintahan George W. Bush pernah menjabat penasehat keamanan nasional dan kemudian diangkat menjadi menlu membicarakan pudarnya posisi Amerika di empat tahun pemerintahan kubu Demokrat.

Rice mengatakan Amerika “sedang meninggalkan gelanggang perdagangan bebas” di bawah Obama. Dia mengemukakan bahwa sementara Amerika telah meratifikasi hanya 3 persetujuan perdagangan dalam beberapa tahun ini – semuanya pada masa pemerintahan sebelumnya di bawah Presiden George W. Bush – Cina telah menanda-tangani 15 persetujuan perdagangan, dan sedang merundingkan 20 lagi.

Sementara itu, Senator Amerika dari Arizona, John McCain dari partai Republik, mengucapkan pidato yang mengeritik tajam kebijakan luar negeri Obama hari Selasa, di Konvensi Nasional Partai Republik di Tampa, Florida. Ia mengatakan presiden telah berkali-kali gagal mendukung sekutu di seluruh dunia serta lainnya yang telah berusaha menentang tirani dan diktator.

McCain menyebut kegagalan Obama untuk berbuat lebih banyak untuk mendukung para reformis di Iran yang memprotes terpilihnya kembali Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan mengatakan Obama menyebabkan oposisi gagal di Suriah, yang sedang berjuang untuk menggulingkan rejim Bashar al-Assad.

Ia juga mengecam Obama karena membiarkan negara-negara seperti Rusia dan Cina mempunyai pengaruh yang terlalu besar atas kebijakan luar negeri Amerika. McCain mengatakan presiden-presiden Amerika masa lampau selalu mendukung orang-orang yang menentang musuh-musuh Amerika dan mempunyai keberanian untuk mengkonfrontir apa yang disebutnya tirani-tirani yang kejam.

McCain mengatakan, tidak seperti Obama, calon presiden dari partai Republik Mitt Romney menyadari “kalau Amerika tidak memimpin musuh-musuh kita akan memimpin” dan bahwa Romney mempunyai kemampuan untuk memulihkan kedudukan kepemimpinan Amerika di gelanggang dunia.

Romney-Ryan Pun Bergabung Kritik Obama

Presiden Amerika Serikat Barack Obama terus diserang lawan politiknya. Paul D Ryan, anggota Partai Republik, menyatakan bergabung dengan Mitt Romney dalam menangani masalah negara. Dalam Konvensi Nasional Partai Republik di Tampa, Florida, AS, Rabu (29/8), kandidat Wakil Presiden AS yang akan dipasangkan dengan Romney itu, menyerang pemerintahan Obama yang dianggap tidak becus dalam mengatasi masalah ekonomi.

Kita akan memecahkan masalah ekonomi bangsa ini. Kami tidak punya banyak waktu. Tapi kalau kita serius, kita bisa melakukan ini semua,” kata Ryan dalam pidatonya.

Ryan beranggapan jika pemerintahan Obama telah kehabisan ide untuk mengatasi masalah di Negeri Paman Sam. Pernyataan Ryan itu terus menggempur pertahanan Presiden Obama dan kebijakan asing yang diambilnya.

Sementara itu, beberapa pakar menilai ucapan Ryan itu justru akan menjadi bumerang bagi dirinya. Ryan akan dianggap tidak memiliki kredibilitas karena terus menyerang Obama. (IRIB Indonesia/MF)